Berbagi cerita pemanfaatan media online untuk komunitas

July 27, 2010 by Gugus A. Sakti · 2 Comments
Filed under: Berita & Informasi 

Gelaran Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010 telah usai. Penyelenggaraan ini terbilang cukup meriah, melibatkan beberapa komunitas yang bergerak di bidang isu-isu sosial. Sebagai sebuah komunitas yang masih layak dibilang “baru” berkecimpung dalam aktivitas sosial, Senyum Community patut berbangga bisa berpartisipasi dalam salah satu event workshop dan diskusi pada JMR 2010 kali ini. Tepatnya hari Sabtu (24/7), Senyum Community mendapat giliran untuk menampilkan diri, workshop “Inovasi Sosial” pada pukul 9 pagi dan diskusi “Pemanfaatan Media Online untuk Memaksimalkan Potensi Komunitas” pada pukul 7 malamnya.

Workshop Inovasi Sosial

Workshop “Inovasi Sosial” yang dipandu oleh Dwi Wahyu Arif Nugroho (founder Senyum Community), dimulai kurang lebih pada pukul 10 pagi. Memang mundur dari jadwal semula, dikarenakan harus menunggu hadirnya peserta untuk mengikuti workshop. Walaupun acara ini pada akhirnya hanya dihadiri oleh 8 orang peserta, tetapi workshop tetap harus berjalan. Setelah perkenalan peserta, materi mengenai apa itu inovasi sosial disampaikan oleh Arif dengan lugas dan jelas dengan bantuan slide dan video tentang proses inovasi. Berikutnya iringan musik ost.piala dunia 2010 menjadi penyemangat peserta untuk masuk dalam sesi penggalian potensi apa yang dimiliki oleh tiap-tiap peserta. Potensi-potensi peserta yang bisa berupa hobi maupun kelebihan yang dipunyai, diharapkan menjadi modal untuk menjawab permasalahan sosial yang terjadi di sekitarnya.

Tujuan dari workshop ini memang untuk melibatkan peran serta masyarakat semua dengan potensi-potensi yang ada mengatasi ataupun mencegah permasalahan sosial yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Seperti dicontohkan Arif, inovasi sosial yang mungkin dapat dilakukan diantaranya dengan mengikuti langkah “What u see?”, “What u have?”, dan “What can do!”. Permasalahan sosial apa yang kamu lihat dan menjadi keprihatinan, kekuatan diri apa yang dimiliki, dan ide kegiatan sosial yang konkrit seperti apa yang bisa menjawab permasalahan tersebut. Seperti Rian, salah satu peserta, menyebutkan permasalahan adanya ‘gap’ diantara pemuda desanya, Rian memiliki potensi atau hobi naik gunung, dia mengutarakan ide konkrit yang mungkin dilaksanakan olehnya adalah mengadakan kegiatan naik gunung bersama pemuda desa yang mungkin bisa mempererat atau menjadikan solid hubungan antar pemuda. Memang sederhana, tetapi real untuk dilakukan. Atau seperti Lili, peserta lainnya, sebagai seorang aktivis buruh migran, dia mengungkapkan isu buruh migran yang sangat konsumtif sehingga tidak bisa menabung dengan baik dan kurangnya pengetahuan teknologi, dia memiliki hobi untuk belajar mengenai internet dan hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, sehingga mempunyai ide untuk mengadakan pelatihan bagi buruh migran tentang penggunaan komputer, internet, dan bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Ya, sederhana tapi sangat tepat sasaran dan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh diri sendiri.

Diskusi Pemanfaatan media online untuk memaksimalkan potensi komunitas

Sedangkan pada malam harinya, diskusi “Pemanfaatan Media Online untuk Memaksimalkan Potensi Komunitas” juga dimulai mundur dari jadwal semula, sekitar pukul 8 malam, acara baru dibuka oleh Fajar Nugroho (editor web senyumkita.com) dengan memberi sedikit penjelasan tentang apa dan bagaimana media online berkembang, yang dilanjutkan oleh Gugus A. Sakti (admin web senyumkita.com) dengan memberi contoh studi kasus mengenai pemanfaatan media online di kalangan beberapa komunitas.

Fajar menyampaikan bahwa perkembangan dunia maya atau internet sangatlah cepat dan besar, di Indonesia saja pengguna internet telah mencapai 45 juta orang (data Menkominfo, 2010). Dengan angka tersebut media online semakin memiliki kesempatan untuk semakin berkembang. Arus komunikasi yang seperti ini membuat komunitas harus pintar memanfaatkan jaringan yang ada untuk memaksimalkan potensinya. Sementara Gugus menambahkan mengenai efektifitas media online, sebagai contohnya website www.senyumkita.com, yang dimiliki oleh Senyum Community, mampu menyebarluaskan informasi mengenai komunitas tersebut hingga bisa diliput oleh media lain seperti yang baru saja diliput oleh Koran Merapi yang ternyata mengetahui informasi Senyum Community dari website.

Diskusi yang lebih banyak di isi dengan kegiatan tanya jawab maupun sharing pengalaman, membuat peserta semakin antusias, salah satu pertanyaan datang dari Arif dan Alisa yang bertanya tentang bagaimana memulai ataupun cara membuat traffic pengunjung blog dapat meningkat. Pertanyaan ini dijawab oleh Gugus dengan menjelaskan bahwa untuk memulai membuat sebuah blog diperlukan tujuan yang jelas dari tema maupun target pengunjungnya. Selain itu penampilan blog tidaklah hal yang mutlak menjadi daya tarik pengunjung, tetapi lebih pada konten/isi yang aktual maupun banyak dicari melalui search engine, oleh pengunjung. Dia mencontohkan blog yang dimilikinya pernah memuat kabar tentang “koin 1000 baru”, info yang masih fresh seperti ini bisa menaikkan rating pengunjung ke blognya.

Sebagai penutup Fajar menyampaikan bahwa, pemanfaatan media online tidak boleh dikesampingkan begitu saja oleh komunitas, komunitas perlu mengupayakan pemanfaatan media online karena perkembangan pengguna internet di Indonesia semakin banyak, akses informasi yang demikian dapat menguntungkan bagi komunitas dalam memaksimalkan potensi yang dimilikinya sehingga masyarakat luas semakin mudah menjangkau keberadaan komunitas tersebut.

Gugus A. Sakti @ Jagongan Media Rakyat 2010 for SenyumKita.com

BI keluarkan uang koin Rp 1000 baru & uang kertas Rp 10.000 baru

July 21, 2010 by Gugus A. Sakti · Leave a Comment
Filed under: Berita & Informasi 

BI keluarkan uang koin pecahan Rp 1000 baru dan uang kertas Rp 10.000 baru. Sebenarnya penggantian uang ini direncanakan pada tahun 2010, namun rencana itu diundur hingga waktu yang memungkinkan. Sehingga saat ini uang Rp 1000 dan Rp 10.000 yang lama masih berlaku dan dapat digunakan hingga BI memutuskan untuk menarik uang-uang lama tersebut.

uang Rp1000 barusumber: kompas.com

Untuk uang Rp 1000 BI menggantinya dengan uang koin lantaran biaya untuk mencetak kembali uang pengganti membutuhkan biaya besar. Uang logam baru pecahan Rp 1000 menampilkan gambar ikon ciri khas Provinsi Jawa Barat, yaitu alat musik angklung dan gedung sate. Sedangkan untuk pecahan Rp 10.000, bagian muka dan belakang uang dicetak dengan warna dominan ungu kebiruan dan gambar utama adalah Pahlawan nasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Memanfaatkan rasa penasaran untuk pemasaran

July 13, 2010 by Gugus A. Sakti · Leave a Comment
Filed under: Inspirasi Bisnis 

Boleh percaya atau tidak, kebanyakan orang Indonesia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ini yang menjadi alasan secara psikologis memasukan unsur “rasa penasaran” akan meningkatkan hasil dari pemasaran usaha Anda. Ada begitu banyak contoh di sekitar kita yang memperkuat bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

Lihat saja ketika ada sesuatu terjadi di tepi jalan dan ada beberapa orang berkerumun di tempat itu. Maka hampir bisa dipastikan kendaraan yang lewat jalan tersebut melambat bahkan ada yang sampai berhenti sekedar untuk ingin tahu apa yang sedang terjadi di situ.

Contoh lain yang masih dalam ingatan kita adalah ketika terjadi peristiwa penyergapan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris di Temanggung. Masyarakat pedesaan di sekitar tempat itu bukan mengevakuasi diri mereka sendiri namun justru mendekati area penyergapan tersebut. Mereka seakan tidak takut kalau ada resiko terkena peluru nyasar atau bahkan mungkin menjadi korban ledakan bom jika ada bom dilokasi tersebut. Setelah penyergapan selesai pun justru warga yang ingin melihat lokasi tersebut makin banyak berdatangan. Ada yang berasal dari desa tersebut bahkan ada yang datang dari desa tetangga.

Lalu bagaimana dengan masyarakat di kota? Jawabannya, SAMA SAJA. Soalnya 2 stasiun televisi yang dikenal dengan pemberitaannya berlomba-lomba meliput acara drama penyergapan yang menegangkan tersebut 24 jam nonstop. Sampai ada yang bilang seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki televisi pasti mengikuti drama penyergapan teroris tersebut minimal 30 mneit. Saya sendiri waktu itu tidak jenuh-jenuh berada di depan televisi dan sibuk mengganti-ganti saluran diantara 2 stasiun televisi tersebut.

Apakah yang menyebabkan orang mau untuk berhenti menepi di jalan ketika ada orang berkerumun? Apa yang menyebabkan orang berani mendekati tempat yang bisa jadi berbahaya bagi dirinya? Apa yang membuat jutaan orang berjam-jam terpana di depan televisi? Jawabanya satu; RASA PENASARAN.

Fenomena ini cukup menarik, karakter masyarakat yang penuh rasa ingin tahu ini bisa kita manfaatkan kedalam bisnis kita. Jika kita mampu membuat orang lain penasaran, dan tertarik membeli produk yang kita jual, maka pemasukan usaha kita akan meningkat. Sekali lagi kuncinya adalah; Buatlah orang lain penasaran! Rasa penasaran bisa menjadi bagian dari ramuan mantera ajaib kita dalam mempromosikan usaha kita.

Jangan dibaca!

Saya mohon dengan sangat agar tulisan saya ini tidak perlu dibaca. Ini akan menghabiskan waktu Anda saja. Dengan penuh keyakinan saya tekankan bahwa rangkaian kata ini sebagai pelengkap yang tidak memiliki arti. Pokoknya, jangan dibaca! Kalau tulisan ini And abaca pasti akan menyesal soalnya tidak ada gunanya, Percayalah!

Lebih baik waktu ini Anda pakai untuk membaca halaman lain yang lebih beguna, daripada membaca tulisan ini yang hanya akan menghabiskan waktu Anda. Terlebih lagi tidak ada gunanya. Kalau masih  tidak percaya, ya silakan saja membaca terus, nanti Anda akan menyesal.

Lho! Kok masih dibaca terus, bagaimana sih? Semakin jauh Anda membaca, Anda akan semakin menyesal saja. Hebat, Anda ini memang bandel sekali ya! Saya akui Anda memang pantang menyerah. Tetapi akan lebih baik jika tidak diteruskan. Karena ya itu tadi, tidak ada gunanya sama sekali. Sudahlah, jangan keras hati, lebih baik hentikan. Pesan saya yang terakhir: Jangan dibaca!

Wah belum mau nyerah juga ya! Anda memang orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Jika Anda mengetahui akhir dari kalimat yang saya buat ini, Anda akan menyesal. Tulisan ini isinya tidak jelas bahkan tidak mengandung arti apa pun. Sekali saya katakan jangan dibaca, maka seharusnya jangan dibaca. Kok dibaca terus sih? Sudah… sudah selesai. Sudah ya… sudah… selesai… titik.

Ha ha ha… kena deh! Maaf bukan maksud saya “mengerjai” Anda. Saya hanya memberikan contoh kekuatan rasa penasaran itu. Jika ada tulisan yang membuat penasaran, kebanyakan orang sulit berhenti membaca. Seolah kita terhipnotis untuk membaca tulisan itu sampai tuntas. Sama halnya dengan produk yang membuat kita penasaran. Rasa penasaran seolah mengarahkan kita untuk membeli sebagai pelampiasan untuk memenuhi rasa penasaran itu.

Pilih jadi pegawai atau jadi pengusaha?

July 13, 2010 by Gugus A. Sakti · 1 Comment
Filed under: Inspirasi Bisnis 

Banyak orang yang mencari kerja untuk menjadi pegawai, baik itu sebagai pegawai di perusahaan swasta maupun sebagai pegawai negeri. Tentunya semua itu tidak lain adalah untuk mencari keamanan. Terutama keamanan financial karena selama perusahaan tersebut berjalan maka pegawai selalu menerima gaji dari hasil kerjanya setiap bulan. Terlebih lagi untuk pegawai negeri di hari tua nanti hampir dipastikan sudah punya penghasilan dari pensiun.

Sedangkan diantara lebih dari 200 juta penduduk Indonesia masih tergolong sedikit orang yang benar-benar mau memilih sebagai seorang entrepreneur. Mungkin ini karena asumsi kebanyakan orang bahwa menjadi entrepreneur itu jauh lebih berisiko sedangkan banyak dari kita mungkin lebih suka untuk menjauh dari hal-hal yang beresiko. Sehingga tidak mengherankan jika masih ada orang yang ragu untuk menjadi entrepreneur.

Karena sifat manusia yang lebih suka mencari nikmat dan menghindari sengsara, orang yang sudah merasa aman-aman saja dengan menjadi karyawan pun terkadang menjadi sulit untuk berubah menjadi entrepreneur.

Sebagian dari kita sejak duduk di bangku sekolah mungkin berpikir setelah lulus kemudian mencari kerja. Lalu bekerja dengan keras untuk terus-menerus mendapatkan uang. Setelah uang kita raih, uang itu kita tabung untuk mewujudkan impian kita. Kita jarang belajar untuk berani mengambil peluang dan mengelola resiko. Seingat saya dulu sangat sedikit teman di sekolah yang mau mencoba untuk berjualan dan memang saat saya sekolah dulu belum ada pelajaran yang di khususkan mendidik siswa untuk memiliki jiwa seorang entrepreneur. Sebaliknya, kita cenderung diajarkan atau mungkin tidak sengaja diarahkan untuk mencari pekerjaan di perusahaan yang kita pikir lebih aman untuk kondisi finansial kita. Padahal belajar setidaknya dari 2 kali krisis ekonomi dunia, menjadi pegawai juga beresiko, terutama resiko dipecat atau di PHK yang menyebabkan pegawai menganggur dan kehilangan mata pencahariannya.

“Oke, saya tahu jadi pengusaha itu ada resikonya dan jadi pegawai juga ada resikonya? Lalu …”

Kalau yang kita takutkan adalah urusan finansial saja, baik menjadi pegawai maupun pengusaha sama-sama memiliki peluang untuk mendapatkan kebebasan finansial atau jadi kaya (setidaknya itu yang saya pelajari dari orang-orang perencana keuangan).
Namun percaya atau tidak, manusia ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan memiliki kecenderungan untuk ingin meraih sesuatu yang lebih besar, menjadi lebih hebat, atau merasa menjadi lebih bermanfaat. Terkadang kesempatan untuk mengaktualisasikan diri jarang dimiliki oleh para pegawai.

Jadi kalau menjadi pegawai memiliki resiko yang relatif sama dengan menjadi pengusaha (entrepreneur) mengapa tidak kita memilih untuk menjadi pengusaha kalau kita bisa memaksimalkan potensi yang kita miliki.

7 Tips Menjadi Pembicara Hebat

July 6, 2010 by Gugus A. Sakti · 2 Comments
Filed under: Pengembangan Diri 

Kemampuan untuk berbicara di depan banyak orang adalah suatu keahlian yang mungkin tidak semua orang miliki. Bagi sebagian orang mengkomunikasikan pesan langsung ide dan gagasan di depan publik adalah sesuatu yang menakutkan yang membuat rasa percaya diri tiba-tiba menghilang begitu saja dari dalam diri. Namun bagi sebagian yang lain tampil di depan panggung bisa jadi suatu hal yang menyenangkan dan bisa memuaskan hasrat yang terpendam dalam jiwa.

Bagi beberapa orang suka atau tidak suka terkadang karena pekerjaan atau jabatan membuat mereka harus berbicara di depan orang. Bagi seorang yang memiliki kedudukan tinggi kemampuan berbicara di depan publik menjadi hal yang penting untuk menunjukkan wibawanya sebagai orang yang memimpin. Bagi pekerja profesional yang bekerja dalam bidang penjualan, kehumasan (public relation), dan pekerjaan yang memang membutuhkan keahlian berbicara di depan umum mau tidak mau kemampuan berbicara di depan orang harus dimiliki.

Kabar baiknya bagi Anda yang ingin meguasai kemampuan berbicara di depan umum, keahlian ini bisa dipelajari dan dilatih layaknya keahlian yang lain. Mungkin di dalam hati Anda mengeluh, “Saya kan tidak memiliki bakat untuk itu.” Tapi percayalah meskipun Anda berbakat tapi kalau Anda tidak berlatih bakat akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia, namun bagi siapa saja yang mau untuk terus berlatih jalan untuk menjadi seorang yang mampu berbicara di depan publik akan terbuka.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan kemampuan Anda untuk menjagi pembicara hebat:

1. Selalu berkomitmen untuk mau belajar – Lihatlah diri Anda atau tanyakan kepada keluarga, kerabat, atau bahkan orang yang baru Anda kenal pada tingkat manakah kemampuan yang telah Anda miliki untuk berbicara di depan banyak orang. Bagi Anda yang merasa masih seorang pemula komitmen untuk mau terus belajar adalah hal yang wajib Anda miliki karena memang ada banyak hal yang betul-betul harus Anda pelajari. Sedangkan bagi Anda yang sudah pada tahapan lanjut atau mungkin seorang yang sudah terbiasa berbicara di depan banyak orang komitment untuk mau belajar harus terus Anda jaga untuk menjaga rasa rendah hati yang akan menjaga pintu pikiran Anda untuk mau menerima kritik dan hal-hal baru.

2. Sepenuhnya menjadi diri sendiri – Rasa percaya diri akan muncul dan selalu hadir dalam diri Anda jika Anda mampu dengan sepenuhnya menjadi diri Anda sendiri. Jika Anda memang seseorang yang suka bercanda tidak ada salahnya untuk memasukkan joke yang menarik dalam pembicaraan Anda, tapi jika Anda memang tidak nyaman dengan tipikal yang suka bercanda jangan paksakan diri Anda untuk menjadi pelawak di atas panggung. Tampilkan kepribadian yang memang membuat Anda nyaman baik itu menjadi seorang yang penuh humor, seorang yang serius, seorang yang hangat, bahkan seorang yang penuh ungkapan-ungkapan kontrovesial pun tidak jadi masalah selama Anda menjadi diri Anda sendiri.

3. Siapkan Formulanya – Ketika Anda berbicara di depan banyak orang tentunya ada maksud yang ingin anda sampaikan. Ada pesan yang harus Anda komunikasikan di depan publik sehingga alur pembicaraan Anda harus diatur sebaik mungkin agar pesan yang Anda komunikasikan dapat diterima dengan baik oleh banyak orang. Buatlah rencana arah pembicaraan Anda. Berikut ini adalah contoh yang umum digunakan:
• Penjelasan tentang isu-isu atau permasalahan yang ada.
• Konsekuensinya kalau kita tidak mengatasi masalah tersebut.
• Penjelasan dari beberapa solusi yang bisa diambil.
• Ajakan untuk mengambil tindakan.

4. Gunakan alat bantu visual – Jika memang diperlukan dan memungkinkan gunakan sebaik mungkin alat bantu untuk memvisualisasikan ide-ide pembicaraan Anda. Video di bawah ini akan memberikan contoh tentang penggunaan alat bantu visual yang efektif dan tambahan beberapa tips menjadi pembicara hebat:

5. Tidak hanya keras, suara Anda harus jelas – Pastikan setiap kata yang keluar dari Anda diterima dengan benar oleh pendengar. Meskipun Anda harus bersuara dengan lantang namun Anda bukan sedang marah-marah di sini melainkan harus mengkomunikasikan ide-ide yang harus Anda sampaikan. Suara yang keras dan jelas akan menguntungkan Anda dan juga pendengar Anda. Bagi Anda sebagai seorang pembicara suara yang keras dan jelas akan membantu Anda menarik dan menjaga perhatian orang yang hadir (setidaknya membuat mereka tidak mudah mengantuk), dan juga membantu Anda untuk terhindar dari salah tangkap maksud dari kata-kata yang Anda ucapkan. Sedangkan bagi orang yang menyimak percakapan Anda, suara yang keras dan jelas mempermudah mereka untuk berkonsentrasi menangkap ide-ide yang Anda sampaikan.

6. Bersemangatlah! – Rasa semangat itu menular, maka tularkanlah pada orang yang sedang mendengarkan Anda agar mereka terus bersemangat mendengarkan ide-ide yang Anda sampaikan.. Buatlah diri Anda memiliki hasrat yang dalam untuk menyampaikan ide-ide yang ingin Anda bicarakan. Semangat yang Anda miliki mampu meningkatkan rasa percaya diri di depan banyak orang. Jika materi yang harus Anda bawakan kurang menarik minat Anda sendiri, berusahalah mencari cara untuk mengubahnya agar cocok dengan gaya Anda.

7. Buat cerita Anda hidup – Bagi kebanyakan orang dalam memproses informasi akan lebih nikmat dicerna jika disampaikan dalam bentuk sebuah cerita yang hidup. Dengan sebuah cerita dengan mudah pendengar Anda untuk membayangkan ide-ide yang Anda komunikasikan ke dalam pikiran mereka. Terlebih lagi jika cerita yang Anda ungkapkan adalah cerita dari pengalaman pribadi Anda sendiri, ini akan membuat mereka lebih mempercayai apa yang Anda ucapkan.

Itu tadi 7 tips menjadi pembicara hebat yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan keahlian Anda berbicara di depan umum. Latihlah 7 hal tersebut dan praktekanlah. Semakin banyak Anda berlatih dan melakukannya semakin mudah bagi Anda untuk berbicara di depan banyak orang, kalau kata pepatah “practice is the mother of skill.”

Semoga 7 tips menjadi pembicara hebat ini bermanfaat bagi Anda.

Page 1 of 612345...Last »