Pilih jadi pegawai atau jadi pengusaha?

July 13, 2010 by Gugus A. Sakti
Filed under: Inspirasi Bisnis 

Banyak orang yang mencari kerja untuk menjadi pegawai, baik itu sebagai pegawai di perusahaan swasta maupun sebagai pegawai negeri. Tentunya semua itu tidak lain adalah untuk mencari keamanan. Terutama keamanan financial karena selama perusahaan tersebut berjalan maka pegawai selalu menerima gaji dari hasil kerjanya setiap bulan. Terlebih lagi untuk pegawai negeri di hari tua nanti hampir dipastikan sudah punya penghasilan dari pensiun.

Sedangkan diantara lebih dari 200 juta penduduk Indonesia masih tergolong sedikit orang yang benar-benar mau memilih sebagai seorang entrepreneur. Mungkin ini karena asumsi kebanyakan orang bahwa menjadi entrepreneur itu jauh lebih berisiko sedangkan banyak dari kita mungkin lebih suka untuk menjauh dari hal-hal yang beresiko. Sehingga tidak mengherankan jika masih ada orang yang ragu untuk menjadi entrepreneur.

Karena sifat manusia yang lebih suka mencari nikmat dan menghindari sengsara, orang yang sudah merasa aman-aman saja dengan menjadi karyawan pun terkadang menjadi sulit untuk berubah menjadi entrepreneur.

Sebagian dari kita sejak duduk di bangku sekolah mungkin berpikir setelah lulus kemudian mencari kerja. Lalu bekerja dengan keras untuk terus-menerus mendapatkan uang. Setelah uang kita raih, uang itu kita tabung untuk mewujudkan impian kita. Kita jarang belajar untuk berani mengambil peluang dan mengelola resiko. Seingat saya dulu sangat sedikit teman di sekolah yang mau mencoba untuk berjualan dan memang saat saya sekolah dulu belum ada pelajaran yang di khususkan mendidik siswa untuk memiliki jiwa seorang entrepreneur. Sebaliknya, kita cenderung diajarkan atau mungkin tidak sengaja diarahkan untuk mencari pekerjaan di perusahaan yang kita pikir lebih aman untuk kondisi finansial kita. Padahal belajar setidaknya dari 2 kali krisis ekonomi dunia, menjadi pegawai juga beresiko, terutama resiko dipecat atau di PHK yang menyebabkan pegawai menganggur dan kehilangan mata pencahariannya.

“Oke, saya tahu jadi pengusaha itu ada resikonya dan jadi pegawai juga ada resikonya? Lalu …”

Kalau yang kita takutkan adalah urusan finansial saja, baik menjadi pegawai maupun pengusaha sama-sama memiliki peluang untuk mendapatkan kebebasan finansial atau jadi kaya (setidaknya itu yang saya pelajari dari orang-orang perencana keuangan).
Namun percaya atau tidak, manusia ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan memiliki kecenderungan untuk ingin meraih sesuatu yang lebih besar, menjadi lebih hebat, atau merasa menjadi lebih bermanfaat. Terkadang kesempatan untuk mengaktualisasikan diri jarang dimiliki oleh para pegawai.

Jadi kalau menjadi pegawai memiliki resiko yang relatif sama dengan menjadi pengusaha (entrepreneur) mengapa tidak kita memilih untuk menjadi pengusaha kalau kita bisa memaksimalkan potensi yang kita miliki.

Comments

2 Comments on Pilih jadi pegawai atau jadi pengusaha?

  1. sekedar info on Fri, 16th Jul 2010 11:46 am
  2. Sebenarnya selama ini, yang namanya sekolah dan universitas melatih murid dan mahasiswa untuk menjadi pegawai, bukan untuk menjadi pengusaha. Inilah penyebab menjamurnya pengangguran di Indonesia.

    [Reply]

  3. Sandro on Mon, 16th Aug 2010 12:53 am
  4. Resiko itu selalu ada di setiap langkah kita. Kalau direnungkan sedikit saja, kita akan lebih mudah menemukan alasan kenapa lebih baik kita mengambil dan mengelola resiko untuk beralih ke dunia wirausaha.
    Postingan yang bermanfaat, terus posting ya.. :)

    Salam Jiwa Wirausaha.

    [Reply]

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!